Minggu, 24 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

ULLy ARTHA MENINGGAL: Pernah Menikah & Seorang Mualaf

Ismail Fahmi   -   Senin, 17 Juni 2013, 08:07 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Artis senior Ully Artha, yang meninggal duniaMinggu  (16/5) sore,  pernah menikah dengan seorang artis muslim bernama Gatot. Dari penikahannya itu  kemudian  dia masuk  Islam

Ihwal pernikahan artis terlahir benama Taruli Artha Sortiana Pangaribuan ini dikemukakan  oleh dua artis senior yakni Widyawati dan Camelia Malik saat melayat ke rumah duka di kawasan Petojo, Jakarta pusat, Minggu malam..

 “Saya baru tahu dari keluarganya kalau Ully sudah menikah setahun lalu dan menjadi mualaf,” kata Widyawati pada acara Go Spot yang ditayangkan RCTI, Senin (17/6) pagi.

 Pernyataan senada juga disampaikan oleh Camelia Malik. Dengan status sebagai mulimah, kata Camelia, maka dia bisa mendoakan artis  yang membintangi film antara lain  Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986) dan Potret (1991) itu secara Islam.

 “Alhamdulillah menjelang akhir hidupmya almarhumah  mendapat hidayah dari Allah, sehingga menjadi muslimah,” tutur penyanyi dangdung dangdut senior itu.

Memang kehidupan pribadi artis berusia 59 tahun ini terbilang tertutup. Lebih dari setengah abad diketahui dia hidup melajang. Baru pada 2012 saat bermain film Bebek Belur bersama Gatot , Ully jatuh hati pada bintang film berpenampilan berewok itu.

 Perekenalannya tadi  berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun perkawinannya tidak dipublikasikan kepada publik, termasuk  kalangan sesama artis.

Ully meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat,  karena komplikasi penyakit lever dan jantung.  Dia sempat mengalami koma pada Sabtu (15/6) lalu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Minggu sore.

Jenazah almarhumah rencananya dimakamkan di  TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, hari ini selapas solat Dzuhur. Selamat jalan Ully!


Editor : Ismail Fahmi

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.