Selasa, 23 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

CAMELIA MALIK CERAI: Pengadilan Enggan Beberkan Alasan Gugatan

Ismail Fahmi   -   Minggu, 05 Mei 2013, 13:17 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Pengadilan Agama  Jakarta Selatan masih belum mau membeberkan alasan gugatan cerai artis lawas Camelia Malik kepada suaminya Harry Nurmaizir alias Harry Capri.

"Saya belum dapat memberitahukan isi dari gugatan tersebut. Yang pasti gugatan permohonan perceraian itu memang ada," ujar Humas PA Jakarta Selatan, Ida Noorsaadah di Jakarta, Minggu (5/5).

Camelia Malik telah mengajukan pada 30 April 2013. Perkara itu tercatat di nomor 1137/Pdt.G/2013/PA.JS.

Ida juga tidak mau mengungkapkan apakah ada gugatan lainnya dari Camelia Malik selain gugatan cerai.

"Yang saya tahu gugatan cerai saja, faktor penyebabnya belum dapat dibertahukan secara detail. Untuk gugatan lainnya saya belum tahu," tegasnya.

Ida menambahkan sidang perdana permohonan cerai Camelia Malik akan digelar pada 23 Mei mendatang. "Sidangnya 23 Mei. Agendanya seperti biasa, mediasi terlebih dahulu," pungkasnya.

Camelia  menikah dengan Harry Capri pada medio Mei 1989 atas saran Rhoma Irama. Ketika itu, Raja Dangdut ini juga menjadi wali nikah Camelia. Dari pernikahan itu, Camelia dan Harry dikaruniai dua anak.

Sebelum dinikahi Harry, Camelia pernah menikah dengan Reynold Panggabean, salah satu personel Band The Mercy's. Namun, pernikahan tersebut kandas pada 2 Maret 1989 setelah bertahan selama 12 tahun.  (if)


Source : Wahyu Kurniawan/JIBI

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.