Minggu, 20 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

TENUN SONGKET Dipamerankan di Museum Tekstil Jakarta

Gloria Natalia Dolorosa   -   Rabu, 17 April 2013, 22:39 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, menggelar pameran songket silungkang, bekerja sama dengan Museum Tekstil, Jakarta.

Pameran yang dibuka sejak hari ini, Rabu (17/4/2013) hingga 26 April 2013 itu menghadirkan beragam hias khas songket silungkang. Sebut saja kembang manggis berantai atau belah ketupat berantai.

Ada pula ragam hias lumbung padi yang diperkenalkan pada pertengahan abad ke-20. Burung merak pun ada, ragam hias yang diyakini hidup liar di hutan zaman dulu.

Amran Nun, Walikota Sawahlunto, mengatakan pameran digelar sebagai bentuk upaya melestarikan seni dan budaya Sawahlunto.

Pameran ini pun merupakan bentuk mewujudkan Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

“Di pameran ini kami kenalkan songket yang sudah direstorasi. Kami juga ingin mengenalkan songket yang bisa dipakai di segala acara dan dikenakan anak muda. Dulu songket dipakai di acara resmi dan tampilannya agak kaku sehingga generasi muda jarang pakai songket,” tutur Amran saat membuka pameran, Rabu (17/4/2013).

Menurutnya, songket sudah menjadi bagian dari gerak perekonomian masyarakat Sawahlunto. Sampai saat ini terdapat sekitar 7.000 pengrajin. Kebanyakan

“Kalau anda berkunjung ke Sawahlunto dan ingin membeli songket, bisa jadi anda sulit memperolehnya secara langsung. Sebab, songket seringkali habis terjual. Anda harus memesannya lebih dulu,” kata Amran.


Editor : Edwina

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.