Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Ananda Sukarlan: Mesti Berani Memperbaiki Selera Penonton

Fahmi Achmad   -   Minggu, 31 Maret 2013, 04:41 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA - Film "Hari Ini Pasti Menang" yang dibintangi Ray Sahetapy, Mathias Muchus, Tika Putri, Hengky Solaiman, Verdi Solaiman akan tayang mulai 11 April 2013di bioskop di seluruh Nusantara.

Ananda Sukarlan adalah komponis soundtrack-nya, juga bekerja sama dengan penyanyi pop Judika untuk theme-song yang mengawali film ini, "Indonesiaku". Berikut petikan wawancara dengan Komponis Ananda Sukarlan.

Mengapa tertarik menggarap musik untuk fim ini, siapa yang menawarkan lebih dulu?

Yang menawarkan adalah sutradara film ini, Andibachtiar Yusuf (Ucup). Dia sudah lama "ngefan" dengan musik saya. Saya malah tadinya mau nolak dengan "nakut-nakutin" dia, bilang bahwa musik saya sangat klasik, dan mungkin nggak cocok dengan selera para penonton (terutama penggemar bola) film Indonesia, tapi dia kekeuh.

Dia bilang pada saya untuk jangan mengubah "style" musik saya, memang musik saya yang bunyinya seperti itu yang dia inginkan. Saya akhirnya mengiyakan, dan setelah jadi, seluruh tim produksi film ini (yang jumlahnya ratusan) puas dengan hasilnya, karena penggabungan musik saya dengan image visual yang sangat kolosal tipe Hollywood di film ini membuahkan hasil yang "unik" dan belum pernah terjadi di Indonesia.

Apakah sudah pernah membuat musik untuk sinema? Apa bedanya musik tema untuk film dengan musik yang biasa dipentaskan atau dimainkan di atas panggung?

Sudah beberapa kali, tapi lebih sering di Eropa, karena memang musik saya lebih cocok untuk sineas serta penonton Eropa. Bikin musik untuk film itu ada plus minusnya. Minusnya adalah lebih "restricted" karena durasinya serta kadang ritmenya "terikat" oleh adegannya. Plusnya adalah image-image tersebut sangat menginspirasi, sehingga musiknya lebih mudah "bunyi" di kepala saya.


Berapa lama menggarap musik untuk film ini, apa kesulitannya, atau happy-happy aja?

Total 1 bulan, walaupun saya sudah mulai corat-coret ide saat saya dikasih script-nya. Terus terang saya tidak 100% percaya dengan Ucup bahwa musik saya bakal bisa diterima publik film Indonesia, jadi saya diam-diam tanya pendapat produser film ini (Mega Setiawati), bahkan beberapa kru lain. Semua sependapat, bilang bahwa musik yang seperti ini memang belum pernah dibikin di perfilman Indonesia, tapi itu efeknya malah seperti merokok, atau minum alkohol: pertama rasanya aneh, tapi jadi bikin ketagihan, dan semoga ini menjadi ide yang segar serta langkah yang penting dalam perfilman kita, jangan bikin yang itu-itu aja.

Mesti berani ambil resiko, dan "memperbaiki selera penonton". Kesulitan terbesar adalah saat menggarap theme songnya, "Indonesiaku" karena pihak film mengontrak Judika untuk menyanyikannya. Dia kan penyanyi pop yang nggak ada klasiknya sama sekali, sedangkan saya orang klasik yang nggak ada pop-popnya hehehe ..

"Indonesiaku" ini benar-benar pengalaman baru buat kami berdua. Jadi saya membuatnya lebih "pop" untuk karakter suara Judika, dan Judika pun harus bernyanyi hanya diiringi oleh permainan piano saya yang kadang "ribet". Ini lagi-lagi Ucup yangg kekeuh bahwa lagunya nggak boleh diaransemen dengan band, tapi bener-bener piano.

Nah, meskipun saya ganti baju, tapi pakaian dalamnya tidak pernah ganti, hahaha ... Artinya, aliran klasik di lagu ini pun masih kental dan tidak bisa terlepas dari saya. Judika pun nge-tweet saat dia rekaman : "Ngeriiii" .... Tapi saya seneng banget, dapet ide baru, dan Judika pun kayaknya senang dapet tantangan baru. Dia orangnya terbuka, jadi enak kerjanya.

Lagu ini udah bisa didownload gratis (ada linknya di twitter saya & Judika) dan sudah ramai diomongin di twitter. Selain ada yang bilang "supercool" ada juga yang bilang "uaneeh tapi uaasiik" ...


Apakah Anda senang main atau nonton sepak bola? Klub mana yang jadi favorit?

Saya itu buta total (bahkan tidak suka) sepakbola, bahkan setelah tinggal 14 tahun di negara asal Real Madrid dan Barca dan sebelumnya 11 tahun di negara asal Ajax. Itu juga kan kegilaannya Ucup, minta komponis yang gak ngerti bola untuk bikin musik film tentang bola.

Kenapa justru saya mau menulis musik untuk film ini? Soalnya film ini lebih tentang sisi gelapnya, itu yang menginspirasi saya. Jadi saya sampai sekarang tetap buta, apa itu free kick, offside dan lainnya. Soalnya filmnya memang bukan tentang sepakbola di dalam lapangan, tapi di luar lapangan. Bukan hanya buat saya, tapi buat para penggemar bola pasti juga akan menjadi "pembuka mata" pastinya, soalnya ini buka-bukaan berdasarkan penyelidikan yang nyata soal judi, sogok-menyogok dan morat-maritnya managemen persepakbolaan di Indonesia.

Saya penggemar film Godfather yang musiknya terkenal "galau", dan memang dari dulu ingin mengeksplorasi elemen yang "dark" ini. Soalnya ini juga sisi lain dari kegalauan kehidupan.

Komentar Anda tentang sepakbola Indonesia?

Nah, lewat obrolan saya ratusan jam dengan para kru film ini, kesan saya hanya satu: BIKIN GALAU!! Tapi semoga film ini bisa "menonjok" mereka yang bermain kotor di dunia persepakbolaan sehingga tim kita Hari Esok Pasti Menang!

(Faa)


Source : Herry Suhendra

Editor : Other

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER